Seorang pahlawan adalah gelar yang memberikan kepada warga negara atau seseorang yang berjuang melawan penjajah pada liwayahnya, Yang gugur atau meninggal dunia demi membela bangsa dan negaranya. Atau yang semasa hidupnya telah melakukan tindakan kepahlawanan dan menghsilkan prestasi dan karya yang luar biasa untuk pembangunan dan kemajuan bangsa dan negara tersebut. Nah saya kali ini hanya bisa mengenang kemerdekaan ini dalam bentuk puisi untuk mengenang Jasa-jasa pahlawan. Berikut di bawah ini saya share kumpulan puisi pahlawan dan perjuangan buat anda sekalian.
Di Balik Seruan Pahlawan
Kabut...
Dalam kenangan pergolakan pertiwi
Mendung...
Bertandakah hujan deras
Membanjiri rasa yang haus kemerdekaan
Dia yang semua yang ada menunggu keputusan Sakral
Serbu...
Merdeka atau mati Allahu Akbar
Titahmu terdengar kian merasuk dalam jiwa
Dalam serbuan bambu runcing menyatu
Engkau teruskan Menyebut Ayat-ayat suci
Engkau teriakkan semangat juang demi negri
Engkau relakan terkasih menahan tepaan belati
Untuk ibu pertiwi
Kini kau lihat...
Merah hitam tanah kelahiranmu
Pertumpahan darah para penjajah keji
Gemelutmu tak kunjung sia
Lindunganya selalu di hatimu
Untuk kemerdekaan Indonesia Abadi
(Puisi Karya Zshara Aurora)
Untukmu Pahlawan Indonesiaku
Demi negri...
Engkau korbankan waktumu
Demi bangsa...
Rela kau taruhkan nyawamu
Maut menghadang di depan
Kau bilang itu hiburan
Tampak raut wajahmu
Tak segelintir rasa takut
Semangat membara di jiwamu
Taklukkan mereka penghalang negri
Hari-hari mu di warnai
Pembunuhan dan pembantaian
Dan dihiasi Bunga-bunga api
Mengalir sungai darah di sekitarmu
Bahkan tak jarang mata air darah itu
Yang muncul dari tubuhmu
Namun tak dapat...
Runtuhkan tebing semangat juangmu
Bambu runcing yang setia menemanimu
Kaki telanjang yang tak beralas
Pakaian dengan seribu wangian
Basah di badan keringpun di badan
Yang kini menghantarkan indonesia
Kedalam istana kemerdekaan
Pemuda Untuk perubahan
Indonesiaku menangis
Bahkan Tercabik-cabik
Dengan hebatnya pengusaanya sang korupsi
Tak peduli rakyat menangis
Kesejahteraan jadi Angan-angan
Keadilan hanyalah Khayalan
Kemerdekaan telah terjajah
Yang tinggal hanya kebodohan
Indonesiaku, Indonesia kita bersama
Jangan hanya tinggal diam kawan
Mari kita bersatu ambil peranan
Sebagai pemuda untuk perubahan
(Puisi Karya Ananda Rezky Wibowo)
Pengorbanan
Mengucur deras keringat
Membasahi tubuh yang terikat
Membawa angan jauh entah kemana
Bagaikan pungguk merindukan bulan
Jiwa ini terpuruk dalam kesedihan
Pagi yang menjadi malam
Bulan yang menjadi tahun
Sekian lama telah menanti
Dirinya tak jua lepas
Andai aku sang Ksatria
Aku pasti menyelamatkanya
Namun semua hanya mimpi
Dirinyalah yang harus berusaha
Untuk membawa pergi dari kegelapan abadi
(Puisi Karya Siti Halimah)
Pahlawanku
Pahlawanku...
Bagaimana Ku bisa
Membalas Jasa-jasamu
Yang telah kau berikan untuk bumi pertiwi
Haruskah aku turun ke medan perang
Haruskah aku mandi berlumuran darah
Haruskah aku tersusuk pisau belati penjajah
Aku tak tahu cara untuk membalas Jasa-jasamu
Engkau relakan nyawamu
Demi suatu kemerdekaan yang mungkin
Tak bisa kau raih dengan tanganmu sendiri
Pahlawanku engkaulah bunga bangsa
(Puisi Karya Rezha Hidayat)
Indonesiaku Kini
Negaraku cinta indonesia
Nasibmu kini menderita
Rakyatmu kini sengsara
Pemimpin yang tidak bijaksana
Apakah pantas memimpin negara
Yang aman sentosa
Indonesiaku tumpah darahku
Apakah belum bangun dan terjaga
Pemimpin yang kita bangga
Apakah rasa kepemimpinan itu,
Masih tersimpan di nurani
Dan tertinggal di lubuk hati
Rakyat membutuhkanmu
Seorang khalifatur Rasyidin
Yang setia dalam memimpin
Yang menyantuni fakir miskin
Mengasihi anak yatim
Kami mengharapkan pemimpin
Yang sholeh dan solehah
Menggantikan tugas Rasulullah
Seorang pemimpin Ummah
Yang bersifat Siddiq dan Fatanah
Andai aku menemukan
Seorang pemimpin dunia
Seorang pemimpin negara dan agama
Seorang pemimpin Indonesia ku tercinta
Allah maha mengetahui dan yang mengetahuinya
(Puisi Karya Awaliya Nur Ramadhana)
Pupus Raga Hilang Nyawa
Napak tilas para pahlawan bangsa
Berkibar dalam syair sang saka
Berkobar dalam puisi indonesia
Untuk meraih Cita-cita merdeka
Napak tilas anak bangsa
Bersatu dalam semangat jiwa
Bergema di jagat nusantara
Untuk meraih prestasi dan karya
Merdeka...
Kata yang penuh dengan makna
Bertahta dalam raga pejuang bangsa
Bermandikan darah dan air mata
Merdeka...
Perjuangan tanpa pamrih untuk republik tercinta
Menggelora di garis khatulistiwa
Memberi kejayaan bangsa sepanjang masa
Merdeka...
Harta yang tak ternilai harganya
Menjadi pemicu pemimpin bangsa
Untuk tampil di Era dunia
Bambu Runcing
Mengapa engkau bawa padaku
Moncong bayonet dan sangkur terhunus
Padahal aku hanya ingin merdeka
Dan membiarkan Nyiur-nyiur derita
Musnah di tepian langit
Karena kau memaksaku
Bertahan atau mati
Dengan mengirim ratusan Bom
Yang engkau ledakkan di kepalaku
Aku terpaksa membela diri
Pesawat militermu jatuh
Di tusuk bambu runcingku
Semangat perdukaanmu runtuh
Kandas di Batu-batu cadas
Kota Surabaya yang panas
Untuk Pahlawan Negriku
Untuk negriku...
Hancur lebing tulang belulang
Berlumur darah sekujur tubuh
Bermandi keringat penyejuk hati
Ku rela demi tanah airku
Sangsaka merah berani
Putih nan suci
Melambai-lambai di tiup angin
Air mata bercucuran sambil menganjungkan do'a
Untuk pahlawan negri
Berpijak berdebu pasir
Berderai kasih hanya untuk pahlawan jagat raya
Hanya jasamu yang bisa ku lihat
Hanya jasamu yang bisa ku kenang
Tubuhmu hancur lebur hilang entah kemana
Demi darahmu...
Demi tulangmu...
Aku perjuangkan negriku
Ini Indonesiaku
Sekian terimakasih sampai disini jumpa kita karena anda telah membaca artikel Kumpulan Puisi Persahabatan, Pertemanan ini. Semoga anda terhibur dan sangat bermanfaat buat anda tentunya pengunjung by http://sabdaalamnusantara.blogspot.com/2013/04/kumpulan-puisi-pahlawan-perjuangan.html
Kamis, 18 April 2013
Sabtu, 13 April 2013
Kumpulan Puisi Persahabatan, Pertemanan
Istilah Pertemanan atau persahabatan adalah Suatu yang menggambarkan perilaku kerja sama yang saling mendukung diantara 2 maupun lebih entitas sosialnya. Pengertian ini memusatkan perhatian pada pemahaman yang khas dalam hubungan pribadi, Di dalam pengetian ini adalah istilah persahabatan menggambarkan suatu hubungan yang melibatkan seperti pengetahuan, penghargaan, juga efeksi. Dan sahabat akan menyambut kehadiran sesamanya dan menunjukkan kesetiaan satu sama yang lain. mereka akan terlibat dalam perilaku yang saling tolong menolong Seperti, Tukar menukar nasehat, dan saling tolong menolong di dalam kesulitan. Yuk lansung saja kita ke inti artikel kitaKumpulan Puisi Persahabatan Pertemanan berikut di bawah ini.
Sahabat Sejati
Sahabat...
Telah kau daki
Gunung kemerdekaan
Menuju sinar harapan
Kehidupan masa depan
Menuju kebahagiaan
Sahabat...
Relung waktu telah berlalu
Rindu hati ingin bertemu
Walau surya telah berlalu
Dirimu masih ku tunggu
Dengna penuh waktuku
Sahabat...
Aku memuja seraya berdo'a
Kesehatan dan keberkahan
Tetap menyertaimu
Bersama kuasanya
Engkau akan bahagia
Sahabat...
Ketika hati ini bergeming
Gema adzan berkumandang
Engkaulah membimbing
Kesurau desa kecil
Bersujut kepadanya
Hingga jiwa raga ini tenang
Sahabat...
Sukma melemah
Jiwa berserah
Tak tahu arah
Sahabatku...
Telah berujung riang
Gaung cinta persahabatan
Telah engkau tebarkan
Mengisi celah darah
Terpendam di lubuk dalam
Wahai sahabatku...
Lukisan kata tepat
Hembusan angin bertempat
Hiasan duniawi bersifat
Dalam kota terdapat
Semoga masih sempat
Citra ini terdapat
Bahasa Langit
Gumpalan awan di langit biru
Bercerita kisah kita
Saat deras hujan bagaikan air mata
Cerah mentari jadi wajah kita
Warna pelangi di langit biru
Menjadi saksi bisu
Saksi perjalanan kita
Di saat perbedaan jadi keindahan
Langit pun berbahasa
Dengan senandung ria
Melantunkan lagu rindu
Antara engkau dan aku
Langit berbahasa...
Tanda bersuka cita
Sambut esok di mana kita akan selalu bersama
Tuk selamanya...
Dengarkanlah selalu
Itulah semua kenangan kita
Dengna cerita bahasa langit.
Sahabat Sejati
Kian lama hidup yang ku jalani
Ku selalu bersamamu sahabatku
Susah sedih dan senang yang ku rasakan
Selalu bersamamu wahai sahabatku
Sahabatku...
Begitu banyak kenangan yang tlah kita lalui
Kebahagian yang selalu kita rasakan bersama
Namun musnah dengan sekejab
Telah di renggut oleh sang maut yang tak terduga
Sahabatku...
Kini kau tlah pergi meninggalkanku
Meninggalkan semua kenangan
Tersimpul sebuah air mata
Yang terjatuh di Pipiku
Wahai sahabatku...
Meskipun kini kita tidak bersama
Meskipun kita telah berbeda alam kehidupan
Namun kita tetap satu dalam hati dan cinta
Karena kau sahabat sejatiku
Ku ucapkan...
Selamat tinggal sahabatku
Selamat jalan sahabat sejatiku
Cinta kasihmu kan selalu satu di dalam hatiku
(Puisi Karya Zhulva)
Aku Tegar Bersamamu
Ku sadari arti ketulusan yang sesungguhnya
Yang tak ku dapati di tempat yang lain
Ku mengerti makna kebersamaan yang sesungguhnya
Hanya denganmu, Bukan dengan yang lain
Di sini tak ada pernah kebohongan
Semua berjalan jujur tanpa Berpura-pura
Ini bukan basa-basi seperti kata politisi
Sahabatku, engkau arti kejujuran yang nyata
Canda dan tawa terdengar lepas pada semua kebahagiaan
Tangis pun mengalir pilu di setiap dukaku
Ku merasakan beban itu Bukan apa-apa
Selagi bisa kita berbagi dalam suka dan duka
Sahabatku...
Mungkin tuhan tlah mengirim malaikat
Yang bersemayam di dalam jiwamu
Kini ku tahu mengapa, Tuhan memilihmu
Hadir diantara tawa dan tangisku
Mungkin engkau adalah dari kehendaknya
Hai sahabatku... waktu terus berjalan itu berarti
Harus melangkah terus maju kedepan
Jalan dan masa sangatlah panjang... takkan kuat sendirian
Beratnya hidup harus diperjuangkan
Wahai sahabatku... bersamamu aku hidup
Bersamamu aku tegar
Takkan goyah meski di terjang badai
Wahai sahabatku...
Yakinlah... bersama kita akan tegk berdiri
Jangan pikul sendiri semua beban
Biarlah segala menjadi milik kita
Tentang Sahabatku
Sahabatku adalah tetesan embun pagi
Yang jatuh membasahi kegersangan hati
Hingga mampu menyuburkan seluruh taman sanubari
Dalam kesejukan...
Sahabatku adalah bintang gemilang malam di angkasa raya
Yang menemani kesendirian rembulan yang berduka
Hingga mampu menerangi gulita semesta
Di dalam kebersamaan...
Sahabatku adalah pohon rindang dengan beribu dahan
Yang memayungi dari terik matahari yang tak tertahankan
Hingga mampu memberi keteduhan
Dalam penuh kedamaian
Wahai angin pengembara....
Kabarkan kepadaku tentang dirinya
Sahabatku adalah kumpulan mata air dari telaga suci
Yang jernih mengalir tanpa henti
Hingga mampu menghapuskan rasa dahaga
Diri dalam kesegaran
Sahabatku adalah derasnya hujan yang turun
Yang menyirami setiap jengkal bumi yang berdebu
Hingga mampu membersihkan mahkota bunga dan dedaunan
Dalam kesucian...
Sahabatku adalah untaian intan permata
Yang berkilau indah sebagai anugrah yang tiada tara
Hingga mampu menebar pesona jiwa
Dalam keindahan....
Wahai burung duta suara...
Ceritakan kepadaku tentang kehadiranya
Sahabat Itu
Selalu hadir dalam kehidupan kita
Baik itu senang maupun susah
Tak perlu berkata ia pasti mendengar
Semua cerita akan bercampur dengan bumbu kisahnya
Menegur kala kita salah mengambil langkah
Menyokong kala kita mengangkat suatu keputusan
Bertanggung jawab walau tak ikut menyebabkan
Meniupkan hawa kedamaian kala kita terbalut dalam emosi
Kan selalu seperti itu hingga takdir memisahkan
Sekian terimakasih karena anda telah membaca artikel Kumpulan Puisi Persahabatan, Pertemanan ini. Semoga anda terhibur dan sangat bermanfaat buat anda tentunya pengunjung by http://sabdaalamnusantara.blogspot.com/2013/04/kumpulan-puisi-persahabatan-pertemanan.html
Sahabat Sejati
Sahabat...
Telah kau daki
Gunung kemerdekaan
Menuju sinar harapan
Kehidupan masa depan
Menuju kebahagiaan
Sahabat...
Relung waktu telah berlalu
Rindu hati ingin bertemu
Walau surya telah berlalu
Dirimu masih ku tunggu
Dengna penuh waktuku
Sahabat...
Aku memuja seraya berdo'a
Kesehatan dan keberkahan
Tetap menyertaimu
Bersama kuasanya
Engkau akan bahagia
Sahabat...
Ketika hati ini bergeming
Gema adzan berkumandang
Engkaulah membimbing
Kesurau desa kecil
Bersujut kepadanya
Hingga jiwa raga ini tenang
Sahabat...
Sukma melemah
Jiwa berserah
Tak tahu arah
Sahabatku...
Telah berujung riang
Gaung cinta persahabatan
Telah engkau tebarkan
Mengisi celah darah
Terpendam di lubuk dalam
Wahai sahabatku...
Lukisan kata tepat
Hembusan angin bertempat
Hiasan duniawi bersifat
Dalam kota terdapat
Semoga masih sempat
Citra ini terdapat
Bahasa Langit
Gumpalan awan di langit biru
Bercerita kisah kita
Saat deras hujan bagaikan air mata
Cerah mentari jadi wajah kita
Warna pelangi di langit biru
Menjadi saksi bisu
Saksi perjalanan kita
Di saat perbedaan jadi keindahan
Langit pun berbahasa
Dengan senandung ria
Melantunkan lagu rindu
Antara engkau dan aku
Langit berbahasa...
Tanda bersuka cita
Sambut esok di mana kita akan selalu bersama
Tuk selamanya...
Dengarkanlah selalu
Itulah semua kenangan kita
Dengna cerita bahasa langit.
Sahabat Sejati
Kian lama hidup yang ku jalani
Ku selalu bersamamu sahabatku
Susah sedih dan senang yang ku rasakan
Selalu bersamamu wahai sahabatku
Sahabatku...
Begitu banyak kenangan yang tlah kita lalui
Kebahagian yang selalu kita rasakan bersama
Namun musnah dengan sekejab
Telah di renggut oleh sang maut yang tak terduga
Sahabatku...
Kini kau tlah pergi meninggalkanku
Meninggalkan semua kenangan
Tersimpul sebuah air mata
Yang terjatuh di Pipiku
Wahai sahabatku...
Meskipun kini kita tidak bersama
Meskipun kita telah berbeda alam kehidupan
Namun kita tetap satu dalam hati dan cinta
Karena kau sahabat sejatiku
Ku ucapkan...
Selamat tinggal sahabatku
Selamat jalan sahabat sejatiku
Cinta kasihmu kan selalu satu di dalam hatiku
(Puisi Karya Zhulva)
Aku Tegar Bersamamu
Ku sadari arti ketulusan yang sesungguhnya
Yang tak ku dapati di tempat yang lain
Ku mengerti makna kebersamaan yang sesungguhnya
Hanya denganmu, Bukan dengan yang lain
Di sini tak ada pernah kebohongan
Semua berjalan jujur tanpa Berpura-pura
Ini bukan basa-basi seperti kata politisi
Sahabatku, engkau arti kejujuran yang nyata
Canda dan tawa terdengar lepas pada semua kebahagiaan
Tangis pun mengalir pilu di setiap dukaku
Ku merasakan beban itu Bukan apa-apa
Selagi bisa kita berbagi dalam suka dan duka
Sahabatku...
Mungkin tuhan tlah mengirim malaikat
Yang bersemayam di dalam jiwamu
Kini ku tahu mengapa, Tuhan memilihmu
Hadir diantara tawa dan tangisku
Mungkin engkau adalah dari kehendaknya
Hai sahabatku... waktu terus berjalan itu berarti
Harus melangkah terus maju kedepan
Jalan dan masa sangatlah panjang... takkan kuat sendirian
Beratnya hidup harus diperjuangkan
Wahai sahabatku... bersamamu aku hidup
Bersamamu aku tegar
Takkan goyah meski di terjang badai
Wahai sahabatku...
Yakinlah... bersama kita akan tegk berdiri
Jangan pikul sendiri semua beban
Biarlah segala menjadi milik kita
Tentang Sahabatku
Sahabatku adalah tetesan embun pagi
Yang jatuh membasahi kegersangan hati
Hingga mampu menyuburkan seluruh taman sanubari
Dalam kesejukan...
Sahabatku adalah bintang gemilang malam di angkasa raya
Yang menemani kesendirian rembulan yang berduka
Hingga mampu menerangi gulita semesta
Di dalam kebersamaan...
Sahabatku adalah pohon rindang dengan beribu dahan
Yang memayungi dari terik matahari yang tak tertahankan
Hingga mampu memberi keteduhan
Dalam penuh kedamaian
Wahai angin pengembara....
Kabarkan kepadaku tentang dirinya
Sahabatku adalah kumpulan mata air dari telaga suci
Yang jernih mengalir tanpa henti
Hingga mampu menghapuskan rasa dahaga
Diri dalam kesegaran
Sahabatku adalah derasnya hujan yang turun
Yang menyirami setiap jengkal bumi yang berdebu
Hingga mampu membersihkan mahkota bunga dan dedaunan
Dalam kesucian...
Sahabatku adalah untaian intan permata
Yang berkilau indah sebagai anugrah yang tiada tara
Hingga mampu menebar pesona jiwa
Dalam keindahan....
Wahai burung duta suara...
Ceritakan kepadaku tentang kehadiranya
Sahabat Itu
Selalu hadir dalam kehidupan kita
Baik itu senang maupun susah
Tak perlu berkata ia pasti mendengar
Semua cerita akan bercampur dengan bumbu kisahnya
Menegur kala kita salah mengambil langkah
Menyokong kala kita mengangkat suatu keputusan
Bertanggung jawab walau tak ikut menyebabkan
Meniupkan hawa kedamaian kala kita terbalut dalam emosi
Kan selalu seperti itu hingga takdir memisahkan
Sekian terimakasih karena anda telah membaca artikel Kumpulan Puisi Persahabatan, Pertemanan ini. Semoga anda terhibur dan sangat bermanfaat buat anda tentunya pengunjung by http://sabdaalamnusantara.blogspot.com/2013/04/kumpulan-puisi-persahabatan-pertemanan.html
Kamis, 24 November 2011
Budidaya Tanaman Angsana
Pohon, tinggi 10-40 m. Ujung ranting berambut. Daun penumpu bentuk lanset, panjang 1-2 cm. Daun berseling. Anak daun 5-13, bulat telur memanjang, meruncing, tumpul, mengkilat sekali, 4-10 kali 2,5-5 cm; anak tangkai lk 0,5-1,5 cm. Tandan bunga di ujung dan duduk di ketiak, sedikit atau tidak bercabang, berambut coklat, berbunga banyak, panjang 7-11 cm; anak tangkai 0,5-1,5 cm; bunga sangat harum. Kelopak bentuk lonceng sampai
bentuk tabung, bergigi 5, tinggi lk 7 mm. Mahkota kuning oranye. Daun mahkota berkuku; bidang bendera bentuk Iingkaran atau bulat telur terbalik, berlipat kuat, melengkung kembali, garis tengah lebih kurang 1 cm; lunas lebih pendek daripada sayap, pucat. Bakal buah berambut lebat, bertangkai pendek, bakal biji 2-6. Polongan bertangkai di atas sisa kelopak, hampir bulat lingkaran, dengan paruh di samping, pipih sekali, sekitarnya bersayap, tidak membuka, garis tengah lk 5 cm, pada sisi yarig Iebar dengan ibu tulang daun yang tebal. Biji kebanyakan 1. Kerapkali ditanam; 1-800 m. Catatan: Kayunya mempunyai warna dan kwalitas yang baik sekali; dipergunakan sebagai bahan bangunan dan kayu meubel. Di Maluku pohon ini menghasilkan „kayu akar" (wortelhout) yang bagus. Kulitnya dipakai sebagai obat; dalam keadaan hidup pohon tersebut rnengandung cairan yang merah darah. Bagian yang digunakan Kulit kayu, getah (resin) dan daun muda.
bentuk tabung, bergigi 5, tinggi lk 7 mm. Mahkota kuning oranye. Daun mahkota berkuku; bidang bendera bentuk Iingkaran atau bulat telur terbalik, berlipat kuat, melengkung kembali, garis tengah lebih kurang 1 cm; lunas lebih pendek daripada sayap, pucat. Bakal buah berambut lebat, bertangkai pendek, bakal biji 2-6. Polongan bertangkai di atas sisa kelopak, hampir bulat lingkaran, dengan paruh di samping, pipih sekali, sekitarnya bersayap, tidak membuka, garis tengah lk 5 cm, pada sisi yarig Iebar dengan ibu tulang daun yang tebal. Biji kebanyakan 1. Kerapkali ditanam; 1-800 m. Catatan: Kayunya mempunyai warna dan kwalitas yang baik sekali; dipergunakan sebagai bahan bangunan dan kayu meubel. Di Maluku pohon ini menghasilkan „kayu akar" (wortelhout) yang bagus. Kulitnya dipakai sebagai obat; dalam keadaan hidup pohon tersebut rnengandung cairan yang merah darah. Bagian yang digunakan Kulit kayu, getah (resin) dan daun muda.
Nama Lokal :
NAMA DAERAH Asan, Athan (Aceh); Sena (Gayo); Sena, Hasona, Sona (Batak); Kayu merah (Timor); Asana, Sana kapur, Sana kembang (Minangkabau), Sana kembang (Madura); Kenaha (Solor); Aha, Naga, Aga, Naakir (Sulawesi Utara); Tonala (Gorontalo); Candana (Bugis); Na, Nar, (Roti); Lana (Buru). NAMA ASING: NAMA SIMPLISIA: Pterocarpi Cortex; Kulit kayu Angsana.
Penyakit Yang Dapat Diobati :
KHASIAT Adstringen dan diuretik. PENELITIAN Hayati, 1990. Jurusan Farmasi, FMIPA USU. Telah melakukan penelitian pengaruh infus daun Angsana terhadap penurunan kadar gula darah kelinci dibandingkan dengan tolbutamid. Dari hasil penelitian tersebut, ternyata infus daun Angsana 5 ml, 10% dan 20°Io secara oral menurunkan kadar gula darah kelinci. Pengaruh infus 10% tidak ada beda dengan 50 mg/kg bb tolbutamid, sedangkan penurunan oleh infus 20% lebih besar daripada pengaruh oleh tolbutalmid.
Pemanfaatan :
KHASIAT
Adstringen dan diuretik.
KEGUNAAN
Kulit kayu:
Batu ginjal.
Sariawan mulut (obat kumur).
Daun muda:
Kencing manis.
Bisul (obat luar).
Getah (Kino):
Luka (obat luar).
Sariawan mulut (obat luar).
RAMUAN DAN TAKARAN
Batu Ginjal
Ramuan:
Kulit kayu Angsana 3 gram
Daun Keji beling 2 gram
Daun Kumis kucing 4 gram
Air 115 ml
Cara pembuatan:
Dibuat infus atau diseduh.
Cara pemakaian:
Diminum 1 kali sehari 100 ml. Bila batu telah keluar, baik berupa kristal maupun air kencing yang keruh atau air kencing yang berbuih maka pemberian jamu dihentikan. Kemudian dilanjutkan minum teh daun Kumis kucing 6% dalam air. 6 gram daun Kumis kucing diseduh dengan air mendidih sebanyak 100 ml. Diminum seperti kebiasaan minum teh.
Sariawan Mulut
Ramuan:
Kulit kayu Angsana 4 gram
Daun Saga segar 4 gram
Daun Sirih segar 3 helai
Air 115 ml
Cara pembuatan:
Dibuat infus atau diseduh.
Bila diperlukan tambahkan 10 gram gips pada beningan, didiamkan beberapa saat, lalu disaring dan diambil bagian beningnya. (Gips dapat dibeli di apotik atau toko kimia).
Cara pemakaian:
Untuk kumur, tiap 3 jam sekali, tiap kali pakai 50 ml, bila perlu dapat diencerkan dengan air.
Bisul
Bisul dicuci dengan air bersih atau alkohol 70%. Kemudian daun Angsana diremas dan ditempelkan pada bisul tersebut. Diperbaharui tiap 3 jam sekali.
Komposisi :
Resin dikenal dengan nama kino (asam kinotanat dan zat warna merah.
Sabtu, 11 Juni 2011
BUDIDAYA LELE SANGKURIANG (Clarias sp.)
BUDIDAYA LELE SANGKURIANG
(Clarias sp.)
Ikan lele merupakan salah satu jenis ikan air Tawar yang sudah dibudidayakan secara komersial oleh masyarakat Indonesia terutama di Pulau Jawa. Budidaya lele berkembang pesat dikarenakan 1) dapat dibudidayakan di lahan dan sumber air yang terbatas dengan padat tebar tinggi, 2) teknologi budidaya relatif mudah dikuasai oleh masyarakat, 3) pemasarannya relatif mudah dan 4) modal usaha yang dibutuhkan relatif rendah.
Pengembangan usaha budidaya ikan lele semakin meningkat setelah masuknya jenis ikan lele dumbo ke Indonesia pada tahun 1985. Keunggulan lele dumbo dibanding lele lokal antara lain tumbuh lebih cepat, jumlah telur lebih banyak dan lebih tahan terhadap penyakit.
Namun demikian perkembangan budidaya yang pesat tanpa didukung pengelolaan induk yang baik menyebabkan lele dumbo mengalami penurunan kualitas. Hal ini karena adanya perkawinan sekerabat (inbreeding), seleksi induk yang salah atas penggunaan induk yang berkualitas rendah. Penurunan kualitas ini dapat diamati dari karakter umum pertama matang gonad, derajat penetasan telur, pertumbuhan harian, daya tahan terhadap penyakit dan nilai FCR (Feeding Conversion Rate).
Sebagai upaya perbaikan mutu ikan lele dumbo BBAT Sukabumi telah berhasil melakukan rekayasa genetik untuk menghasilkan lele dumbo strain baru yang diberi nama lele “Sangkuriang”.
Seperti halnya sifat biologi lele dumbo terdahulu, lele Sangkuriang tergolong omnivora. Di alam ataupun lingkungan budidaya, ia dapat memanfaatkan plankton, cacing, insekta, udang-udang kecil dan mollusca sebagai makanannya. Untuk usaha budidaya, penggunaan pakan komersil (pellet) sangat dianjurkan karena berpengaruh besar terhadap peningkatan efisiensi dan produktivitas.
Tujuan pembuatan Petunjuk Teknis ini adalah untuk memberikan cara dan teknik pemeliharaan ikan lele dumbo strain Sangkuriang yang dilakukan dalam rangka peningkatan produksi Perikanan untuk meningkatkan ketersediaan protein hewani dan tingkat konsumsi ikan bagi masyarakat Indonesia.
Berdasarkan keunggulan lele dumbo hasil perbaikan mutu dan sediaan induk yang ada di BBAT Sukabumi, maka lele dumbo tersebut layak untuk dijadikan induk dasar yaitu induk yang dilepas oleh Menteri Kelautan dan Perikanan dan telah dilakukan diseminasi kepada instansi/pembudidaya yang memerlukan. Induk lele dumbo hasil perbaikan ini, diberi nama “Lele Sangkuriang”. Induk lele Sangkuriang merupakan hasil perbaikan genetik melalui cara silang balik antara induk betina generasi kedua (F2) dengan induk jantan generasi keenam (F6). Induk betina F2 merupakan koleksi yang ada di Balai Budidaya Air Tawar Sukabumi yang berasal dari keturunan kedua lele dumbo yang diintroduksi ke Indonesia tahun 1985. Sedangkan induk jantan F6 merupakan sediaan induk yang ada di Balai Budidaya Air Tawar Sukabumi. Induk dasar yang didiseminasikan dihasilkan dari silang balik tahap kedua antara induk betina generasi kedua (F2) dengan induk jantan hasil silang balik tahap pertama (F2 6).Budidaya lele Sangkuriang dapat dilakukan di areal dengan ketinggian 1 m – 800 m dpi. Persyaratan lokasi, baik kualitas tanah maupun air tidak terlalu spesifik, artinya dengan penggunaan teknologi yang memadai terutama pengaturan suhu air budidaya masih tetap dapat dilakukan pada lahan yang memiliki ketinggian diatas >800 m dpi. Namun bila budidaya dikembangkan dalam skala massal harus tetap memperhatikan tata ruang dan lingkungan sosial sekitarnya artinya kawasan budidaya yang dikembangkan sejalan dengan kebijakan yang dilakukan Pemda setempat.
Budidaya lele, baik kegiatan pembenihan maupun pembesaran dapat dilakukan di kolam tanah, bak tembok atau bak plastik. Budidaya di bak tembok dan bak plastik dapat memanfaatkan lahan pekarangan ataupun lahan marjinal lainnya.
Sumber air dapat menggunakan aliran irigasi, air sumu (air permukaan atau sumur dalam), ataupun air hujan yan sudah dikondisikan terlebih dulu. Parameter kualitas air yan baik untuk pemeliharaan ikan lele sangkuriang adalah sebagai berikut:
- Suhu air yang ideal untuk pertumbuhan ikan lele berkisar antara 22-32°C. Suhu air akan mempengaruhi laju pertumbuhan, laju metabolisme ikan dan napsu makan ikan serta kelarutan oksigen dalam air.
- pH air yang ideal berkisar antara 6-9.
- Oksigen terlarut di dalam air harus > 1 mg/l.
Budidaya ikan lele Sangkuriang dapat dilakukan dalam bak plastik, bak tembok atau kolam tanah. Dalam budidaya ikan lele di kolam yang perlu diperhatikan adalah pembuatan kolam, pembuatan pintu pemasukan dan pengeluaran air.
Bentuk kolam yang ideal untuk pemeliharaan ikan lele adalah empat persegi panjang dengan ukuran 100-500 m2. Kedalaman kolam berkisar antara 1,0-1,5 m dengan kemiringan kolam dari pemasukan air ke pembuangan 0,5%. Pada bagian tengah dasar kolam dibuat parit (kamalir) yang memanjang dari pemasukan air ke pengeluaran air (monik). Parit dibuat selebar 30-50 cm dengan kedalaman 10-15 cm.
Sebaiknya pintu pemasukan dan pengeluaran air berukuran antara 15-20 cm. Pintu pengeluaran dapat berupa monik atau siphon. Monik terbuat dari semen atau tembok yang terdiri dari dua bagian yaitu bagian kotak dan pipa pengeluaran. Pada bagian kotak dipasang papan penyekat terdiri dari dua lapis yang diantaranya diisi dengan tanah dan satu lapis saringan. Tinggi papan disesuaikan dengan tinggi air yang dikehendaki. Sedangkan pengeluaran air yang berupa siphon lebih sederhana, yaitu hanya terdiri dari pipa paralon yang terpasang didasar kolam dibawah pematang dengan bantuan pipa berbentuk “L” mencuat ke atas sesuai dengan ketinggian air kolam.
Saringan dapat dipasang pada pintu pemasukan dan pengeluaran agar ikan-ikan jangan ada yang lolos keluar/masuk.Pelaksanaan Budidaya
Sebelum benih ikan lele ditebarkan di kolam pembesaran, yang perlu diperhatikan adalah tentang kesiapan kolam meliputi:
a. | Persiapan kolam tanah (tradisional) | |
Pengolahan dasar kolam yang terdiri dari pencangkulan atau pembajakan tanah dasar kolam dan meratakannya. Dinding kolam diperkeras dengan memukul-mukulnya dengan menggunakan balok kayu agar keras dan padat supaya tidak terjadi kebocoran. Pemopokan pematang untuk kolam tanah (menutupi bagian-bagian kolam yang bocor). | ||
Untuk tempat berlindung ikan (benih ikan lele) sekaligus mempermudah pemanenan maka dibuat parit/kamalir dan kubangan (bak untuk pemanenan). | ||
Memberikan kapur ke dalam kolam yang bertujuan untuk memberantas hama, penyakit dan memperbaiki kualitas tanah. Dosis yang dianjurkan adalah 20-200 gram/m2, tergantung pada keasaman kolam. Untuk kolam dengan pH rendah dapat diberikan kapur lebih banyak, juga sebaliknya apabila tanah sudah cukup baik, pemberian kapur dapat dilakukan sekedar untuk memberantas hama penyakit yang kemungkinan terdapat di kolam. | ||
Pemupukan dengan kotoran ternak ayam, berkisar antara 500-700 gram/m2; urea 15 gram/m2; SP3 10 gram/m2; NH4N03 15 gram/m2. | ||
Pada pintu pemasukan dan pengeluaran air dipasang penyaring | ||
Kemudian dilakukan pengisian air kolam. | ||
Kolam dibiarkan selama ± 7 (tujuh) hari, guna memberi kesempatan tumbuhnya makanan alami. | ||
b. | Persiapan kolam tembok | |
Persiapan kolam tembok hampir sama dengan kolam tanah. Bedanya, pada kolam tembok tidak dilakukan pengolahan dasar kolam, perbaikan parit dan bak untuk panen, karena parit dan bak untuk panen biasanya sudah dibuat Permanen. | ||
| c. | Penebaran Benih | |
Sebelum benih ditebarkan sebaiknya benih disuci hamakan dulu dengan merendamnya didalam larutan KM5N04 (Kalium permanganat) atau PK dengan dosis 35 gram/m2 selama 24 jam atau formalin dengan dosis 25 mg/l selama 5-10 menit. | ||
Penebaran benih sebaiknya dilakukan pada pagi atau sore hari atau pada saat udara tidak panas. Sebelum ditebarkan ke kolam, benih diaklimatisasi dulu (perlakuan penyesuaian suhu) dengan cara memasukan air kolam sedikit demi sedikit ke dalam wadah pengangkut benih. Benih yang sudah teraklimatisasi akan dengan sendirinya keluar dari kantong (wadah) angkut benih menuju lingkungan yang baru yaitu kolam. Hal ini berarti bahwa perlakuan tersebut dilaksanakan diatas permukaan air kolam dimana wadah (kantong) benih mengapung diatas air. Jumlah benih yang ditebar 35-50 ekor/m2 yang berukuran 5-8 cm. | ||
d. | Pemberian Pakan | |
Selain makanan alami, untuk mempercepat pertumbuhan ikan lele perlu pemberian makanan tambahan berupa pellet. Jumlah makanan yang diberikan sebanyak 2-5% perhari dari berat total ikan yang ditebarkan di kolam. Pemberian pakan frekuensinya 3-4 kali setiap hari. Sedangkan komposisi makanan buatan dapat dibuat dari campuran dedak halus dengan ikan rucah dengan perbandingan 1:9 atau campuran dedak halus, bekatul, jagung, cincangan bekicot dengan perbandingan 2:1:1:1 campuran tersebut dapat dibuat bentuk pellet. | ||
e. | Pemanenan | |
Ikan lele Sangkuriang akan mencapai ukuran konsumsi setelah dibesarkan selama 130 hari, dengan bobot antara 200 – 250 gram per ekor dengan panjang 15 – 20 cm. Pemanenan dilakukan dengan cara menyurutkan air kolam. Ikan lele akan berkumpul di kamalir dan kubangan, sehingga mudah ditangkap dengan menggunakan waring atau lambit. Cara lain penangkapan yaitu dengan menggunakan pipa ruas bambu atau pipa paralon/bambu diletakkan didasar kolam, pada waktu air kolam disurutkan, ikan lele akan masuk kedalam ruas bambu/paralon, maka dengan mudah ikan dapat ditangkap atau diangkat. Ikan lele hasil tangkapan dikumpulkan pada wadah berupa ayakan/happa yang dipasang di kolam yang airnya terus mengalir untuk diistirahatkan sebelum ikan-ikan tersebut diangkut untuk dipasarkan. Pengangkutan ikan lele dapat dilakukan dengan menggunakan karamba, pikulan ikan atau jerigen plastik yang diperluas lubang permukaannya dan dengan jumlah air yang sedikit. | ||
Kegiatan budidaya lele Sangkuriang di tingkat pembudidaya sering dihadapkan pada permasalahan timbulnya penyakit atau kematian ikan. Pada kegiatan pembesaran, penyakit banyak ditimbulkan akibat buruknya penanganan kondisi lingkungan. Organisme predator yang biasanya menyerang antara lain ular dan belut. Sedangkan organisme pathogen yang sering menyerang adalah Ichthiophthirius sp., Trichodina sp., Monogenea sp. dan Dactylogyrus sp.
Penanggulangan hama insekta dapat dilakukan dengan pemberian insektisida yang direkomendasikan pada saat pengisian air sebelum benih ditanam. Sedangkan penanggulangan belut dapat dilakukan dengan pembersihan pematang kolam dan pemasangan plastik di sekeliling kolam.
Penanggulangan organisme pathogen dapat dilakukan dengan pengelolaan lingkungan budidaya yang baik dan pemberian pakan yang teratur dan mencukupi. Pengobatan dapat menggunakan obat-obatan yang direkomendasikan.
Pengelolaan lingkungan dapat dilakukan dengan melakukan persiapan kolam dengan baik. Pada kegiatan budidaya dengan menggunakan kolam tanah, persiapan kolam meliputi pengeringan, pembalikan tanah, perapihan pematang, pengapuran, pemupukan, pengairan dan pengkondisian tumbuhnya plankton sebagai sumber pakan. Pada kegiatan budidaya dengan menggunakan bak tembok atau bak plastik, persiapan kolam meliputi pengeringan, disenfeksi (bila diperlukan), pengairan dan pengkondisian tumbuhnya plankton sebagai sumber pakan. Perbaikan kondisi air kolam dapat pula dilakukan dengan penambahan bahan probiotik.
Untuk menghindari terjadinya penularan penyakit, maka hendaknya memperhatikan hal-hal sebagai berikut:- Pindahkan segera ikan yang memperlihatkan gejala sakit dan diobati secara terpisah. Ikan yang tampak telah parah sebaiknya dimusnahkan.
- Jangan membuang air bekas ikan sakit ke saluran air.
- Kolam yang telah terjangkit harus segera dikeringkan dan dilakukan pengapuran dengan dosis 1 kg/5 m2. Kapur (CaO) ditebarkan merata didasar kolam, kolam dibiarkan sampai tanah kolam retak-retak.
- Kurangi kepadatan ikan di kolam yang terserang penyakit.
- Alat tangkap dan wadah ikan harus dijaga agar tidak terkontaminasi penyakit. Sebelum dipakai lagi sebaiknya dicelup dulu dalam larutan Kalium Permanganat (PK) 20 ppm (1 gram dalam 50 liter air) atau larutan kaporit 0,5 ppm (0,5 gram dalam 1 m3 air).
- Setelah memegang ikan sakit cucilah tangan kita dengan larutan PK
- Bersihkan selalu dasar kolam dari lumpur dan sisa bahan organik
- Usahakan agar kolam selalu mendapatkan air segar atau air baru.
- Tingkatkan gizi makanan ikan dengan menambah vitamin untuk menambah daya tahan ikan.
ANALISA USAHA
Pembesaran lele Sangkuriang di bak plastik
Pembesaran lele Sangkuriang di bak plastik
1. | Investasi | ||||||
a. | Sewa lahan 1 tahun @ Rp 1.000.000,- | = | Rp | 1.000.000,- | |||
b. | Bak kayu lapis plastik 3 unit @ Rp 500.000,- | = | Rp | 1.500.000,- | |||
c. | Drum plastik 5 buah @ Rp 150.000,- | = | Rp | 750.000,- | |||
Rp | 3.250.000,- | ||||||
2. | Biaya Tetap | ||||||
a. | Penyusutan lahan Rp 1.000.000,-/1 thn | = | Rp | 1.000.000,- | |||
b. | Penyusutan bak kayu lapis plastik Rp 1.500.000,-/2 thn | = | Rp | 750.000,- | |||
c. | Penyusutan drum plastik Rp 750.000,-/5 thn | = | Rp | 150.000,- | |||
Rp | 1.900.000,- | ||||||
3. | Biaya Variabel | ||||||
a. | Pakan 4800 kg @ Rp 3700 | = | Rp | 17.760.000,- | |||
b. | Benih ukuran 5-8 cm sebanyak 25.263 ekor @ Rp 80,- | = | Rp | 2.021.052,63 | |||
c. | Obat-obatan 6 unit @ Rp 50.000,- | = | Rp | 300.000,- | |||
d. | Alat perikanan 2 paket @ Rp 100.000,- | = | Rp | 200.000,- | |||
e. | Tenaga kerja tetap 12 OB @ Rp 250.000,- | = | Rp | 3.000.000,- | |||
f. | Lain-lain 12 bin @ Rp 100.000,- | = | Rp | 1.200.000,- | |||
Rp | 24.281.052,63 | ||||||
4. | Total Biaya | ||||||
| Biaya Tetap + Biaya Variabel | |||||||
= | Rp 1.900.000,- + Rp 24.281.052,63 | ||||||
= | Rp 26.181.052,63 | ||||||
5. | Produksi lele konsumsi 4800 kg x Rp 6000/kg -Rp 28.800.000, | ||||||
6. | Pendapatan | ||||||
| Produksi - (Biaya tetap + Biaya Variabel) | |||||||
= | Rp 28.800.000,- – ( Rp 1.900.000,- + Rp 24.281.052,63) | ||||||
= | Rp 2.418.947,37 | ||||||
7. | Break Event Point (BEP) | ||||||
| Volume produksi | = | 4.396,84 kg | |||||
| Harga produksi | = | Rp 5.496,05 | |||||
Minggu, 29 Mei 2011
PENGENDALIAN HAMA WERENG COKLAT PADA TANAMAN PADI
Wereng Coklat masih dianggap hama utama pada tanaman padi. Kerusakan akibat serangan hama ini cukup luas dan hampir terjadi pada setiap musim tanam. Secara langsung wereng coklat akan menghisap cairan sel tanaman padi sehingga tanaman menjadi kering dan akhirnya mati. Berikut cara pengendalian hama wereng coklat :
1. Tanam padi Serempak
Pola tanam serempak dalam areal yang luas dan tidak dibatasi oleh admisistrasi dapat mengantisipasi penyebaran serangan wereng coklat karena jika serempak, hama dapat berpindah-pindah ke lahan padi yang belum panen. Wereng coklat terbang bermigrasi tidak dapat dihalangi oleh sungai atay lautan.
2. Perangkap Lampu
Perangkap lampu merupakan perangkap yang paling umum untuk pemantauan migrasi dan pendugaan populasi serangga yang tertarik pada cahaya, khususnya wereng coklat.
Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam penggunaan perangkap lampu antara lain, kekontrasan lampu yang digunakan pada perangkap lampu yang terdapat di sekitarnya. Semakin kontras cahaya lampu yang digunakan maka akan luas jangkauan tangkapannya. Kemampuan serangga untuk menghindari lampu perangkap yang dipasang.
Perangkap lampu dipasang pada pematang (tempat) yang bebas dari naungan dengan ketinggian sekitar 1,5 meter diatas permukaan tanah. Lampu yang digunakan adalah lampu pijar 40 watt dengan voltase 220 volt. Lampu dinyalakan pada jam 18.00 sampai dengan 06.00 pagi. Agar serangga yang tertangkap tidak terbang lagi, maka pada penampungan serangga yang berisi air ditambahkan sedikit deterjen.
Keputusan yang diambil setelah ada wereng pada perangkap lampu, yaitu wereng-wereng yang tertangkap dikubur, atau keringkan pertanaman padi sampai retak, dan segera setelah dikeringkan kendalikan wereng pada tanaman padi dengan insektisida yang direkomendasikan.
3. Tuntaskan pengendalian pada generasi 1Menurut Baihaki (2011), perkembangan wereng coklat pada pertanaman padi dapat terbagi menjadi 4 (empat) generasi yaitu :
- generasi 0 (G0) = umur padi 0-20 HST (hari Sesudah Tanam)
- Generasi 1 (G1) = Umur padi 20-30 HST, wereng coklat akan menjadi imago wereng coklat generasi ke-1
- Generasi 2 (G2) = Umur padi 30-60 HST, wereng coklat akan menjadi imago wereng coklat generasi ke-2
- Generasi 3 (G3) = umur padi diatas 60 HST.
Pengendalian wereng yang baik yaitu :
- Pada saat generasi nol (G0) dan generasi 1 (G1).
- Gunakan insektisida berbahan aktif buprofezin, BPMC, fipronil dan imidakloprid.
- Pengendalian wereng harus selesai pada generasi ke-1 (G1) atau paling lampat pada generasi ke -2 (G2).
- Pengendalian saat generasi ke-3 (G3) atau puso tidak akan berhasil
4. Penggunaan Insektisida
- Keringkan pertanaman padi sebelum aplikasi insektisida baik yang disemprot atau butiran
- Aplikasi insektisida dilakukan saat air embun tidak ada, yaitu antara pukul 08.00 pagi sampai pukul 11.00, dilanjutkan sore hari. Insektisida harus sampai pada batang pagi.
- Tepat dosis dan jenis yaitu berbahan aktif buprofezin, BPMC, fipronil dan imidakloprid.
- Tepat air pelarut 400-500 liter air per hektar.
Beberapa insektisida yang direkomendasikan untuk menghasilkan hama wereng coklat.
| No | Nama bahan Aktif | Nama Produk | Dosis Pemakaian | Konsentrasi Pemakaian |
| 1 | Buprofezin | BUPROSIDA 100EC | 0,25-0,5 L/ha | 0,5 – ml/L |
| 2 | BPMC | SIDABAS 500 EC NAGA 500 EC BONA 500 EC | 1-2 L/ha 1-2 L/ha 1-2 L/ha | 2 – 4 ml/L 2 – 4 ml/L 2 – 4 ml/L |
| 3 | Fipronil | FIPROS 55 SC | 0,5 – 1 L/ha | 1 – 2 ml/L |
| 4 | Imidaklprid | TOP DOR 10 WP | 0,125 – 0,25 kg/ha | 0,25 – 0,5 g/l |
Kamis, 26 Mei 2011
Budidaya Mahoni
A. Umum
Acacia mangium termasuk jenis Legum yang tumbuh cepat, tidak memerlukan persyaratan tumbuh yang tinggi dan tidak begitu terpengaruh oleh jenis tanahnya. Kayunya bernilai ekonomi karena merupakan bahan yang baik untuk finir serta perabot rumah yang menarik seperti: lemari, kusen pintu, dan jendela serta baik untuk bahan bakar. Tanaman A. mangium yang berumur tujuh dan delapan tahun menghasilkan kayu yang dapat dibuat untuk papan partikel yang baik.
Faktor yang lain yang mendorong pengembangan jenis ini adalah sifat pertumbuhan yang cepat. Pada lahan yang baik, umur 9 tahun telah mencapai tinggi 23 meter dengan rata-rata kenaikan diameter 2 - 3 meter dengan hasil produksi 415 m3/ha atau rata-rata 46 m3/ha/tahun. Pada areal yang ditumbuhi alang-alang umur 13 tahun mencapai tinggi 25 meter dengan diameter rata-rata 27 cm serta hasil
produksi rata-rata 20 m3/ha/tahun. Kayu A. mangium termasuk dalam kelas kuat III-IV, berat 0,56 - 0,60 dengan nilai kalori rata-rata antara 4800 - 4900 k.cal/kg
B. Keterangan botani
A. mangium termasuk dalam sub famili Mimosoideae, famili Leguminosae dan ordo
Rosales. Pada umumnya A. mangium mencapai tinggi lebih dari 15 meter, kecuali
pada tempat yang kurang menguntungkan akan tumbuh lebih kecil antara 7 - 10
meter.Pohon A. mangium yang tua biasanya berkayu keras, kasar, beralur
longitudinal dan warnanya bervariasi mulai dari coklat gelap sampai terang. Dapat
dikemukakan pula bahwa bibit A. mangium yang baru berkecambah memiliki daun
majemuk yang terdiri dari banyak anak daun. Daun ini sama dengan sub famili
Mimosoideae misalnya Paraseanthes falcataria, Leucaena sp, setelah tumbuh
beberapa minggu A. mangium tidak menghasilkan lagi daun sesungguhnya tetapi
tangkai daun sumbu utama setiap daun majemuk tumbuh melebar dan berubah
menjadi phyllodae atau pohyllocladus yang dikenal dengan daun semu, phyllocladus
kelihatan seperti daun tumbuh umumnya. Bentuknya sederhana tulang daunnya
paralel dan besarnya sekitar 25 cm x 10 cm.
C. Tempat tumbuh
1. Penyebaran. A. mangium tumbuh secara alami di Maluku dengan jenis
Melaleuca leucadendron. Selain itu terdapat pula di pantai Australia bagian
utara, Papua bagian selatan (Fak-fak di Aguada (Babo) dan Tomage (Rokas,
Kepulauan Aru, Maluku dan Seram bagian barat).
2. Persyaratan tempat tumbuh. A. mangium tidak memiliki persyaratan
tumbuh yang tinggi, dapat tumbuh pada lahan miskin dan tidak subur. A.
mangium dapat tumbuh baik pada lahan yang mengalami erosi, berbatu dan
tanah Alluvial serta tanah yang memiliki pH rendah (4,2). Tumbuh pada
ketinggian antara 30 - 130 m dpl, dengan curah hujan bervariasi antara 1.000
mm - 4.500 mm setiap tahun. Seperti jenis pionir yang cepat tumbuh dan
berdaun lebar, jenis A. mangium sangat membutuhkan sinar matahari,
apabila mendapatkan naungan akan tumbuh kurang sempurna dengan
bentuk tinggi dan kurus.
D. Persiapan lapangan
1. Penataan lapangan. Penataan areal penanaman dimaksudkan untuk
mengatur tempat dan waktu, pengawasan serta keperluan pengelolaan hutan
lebih lanjut. Areal dibagi menjadi blok-blok tata hutan dan blok dibagi menjadi
peta-petak tata hutan. Unit-unit ini ditandai dengan patok dan digambar di
atas peta dengan skala 1 : 10.000. Batas-batas blok dapat dipakai berupa
batas alam seperti sungai, punggung bukit atau batas buatan seperti jalan,
patok kayu atau beton.
2. Pembersihan lapangan. Beberapa kegiatan yang dilakukan sebelum
penanaman meliputi :
a. Menebang pohon-pohon sisa dan meninggalkan pohon yang di larang
ditebang
b. Mengumpulkan semak belukar, alang-alang dan rumput-rumputan
c. Sampah-sampah yang telah terkumpul dibakar.
3. Pengolahan tanah. Pengolahan tanah diperlukan pada tanah-tanah yang
padat dengan cara sebagai berikut :
a. Tanah dicangkul sedalam 20 - 25 cm kemudian dibalik
b. Bungkalan-bungkalan tanah dihancurkan, akar-akar dikumpulkan,
dijemur dan dibakar
c. Tanah pada jalur-jalur tanaman dihaluskan dan dibersihkan, kemudian
dibuat lubang tanaman
E. Penanaman dan pemeliharaan.
1. Pengangkutan bibit. Pengangkutan bibit dari persemaian ke lokasi
penanaman harus dilakukan dengan hati-hati agar bibit tidak mengalami
kerusakan selama dalam perjalanan. Bibit yang telah diseleksi dimasukan ke
dalam peti atau keranjang dan disarankan agar bibit tidak ditumpuk. Bibit
disusun rapat hingga tidak bergerak jika dibawa. Jumlah bibit yang diangkut
ke lapangan hendaknya disesuaikan dengan kemampuan menanam. Bibit
yang diangkut diusahakan bibit yang sehat dan segar. Hindarkan bibit dari
panas matahari dan supaya disimpan di tempat teduh dan terlindung.
2. Waktu penanaman. Penanaman dilakukan setelah hujan lebat pada musim
hujan, yaitu dalam bulan Oktober sampai Januari. Pengamatan mulainya
hujan lebat sangat perlu, karena bibit yang baru ditanam menghendaki
banyak air dan udara lembab. Bibit yang ditanam ke lapangan adalah bibit
yang telah berumur 3-4 bulan di bedeng sapih dengan ukuran tinggi 25-30
cm.
3. Teknik penanaman. Bibit ditanam tegak sedalam leher akar. Apabila
terdapat akar cabang yang menerobos keluar dari tanah dalam kantong
plastik, dipotong aga tidak tertanam terlipat dalam lubang tanaman. Sebelum
ditanam, tanah dalam kantong plastik dipadatkan lalu kantong plastik dibuka
perlahan-lahan, tanah serta bibit di keluarkan baru ditanam. Bibit ditanam
berdiri tegak pada lubang yang telah dibuat pada setiap ajir, kemudian diisi
dengan tanah gembur sampai leher akar. Tanah yang ada di sekelilingnya
ditekan agar menjadi padat.
4. Pemeliharaan. Meliputi kegiatan penyiangan, penyulaman, pendangiran dan
pemupukan, kegiatan pemeliharaan dilakukan tiga bulan sekali selama 2
tahun stelah penanaman di lapangan.
a. Penyiangan. Kegiatan ini bertujuan untuk membebaskan tanaman
pokok dan belukar dan tumbuhan pengganggu lainnya. Oleh karena itu
penyiangan dilakukan terutama pada tahun pertama dan kedua.
Penyiangan dikerjakan sepanjang kiri-kanan larikan tanaman selebar
50 cm.
b. Penyulaman. Penyulaman dilakukan pada tahun pertama selama
musim hujan. Tanaman yang mati atau merana disulam dengan bibit
dari persemaian dan diulang selama hujan masih cukup. Apabila lahan
di sekitar tanaman sangat terbuka maka dapat diberi mulsa.
c. Pendangiran. Kegiatan ini dilaksanakan bersama dengan penyiangan
di mana tanah di sekitar tanaman akan digemburkan lebih kurang
seluas lubang tanam
d. Pemupukan. Pemupukan diberikan setelah dilakukan penyiangan dan
pendangiran, pupuk ditaburkan di sekeliling tanaman Akasia mengikuti
alur lubang tanaman dan ditimbun tanah. Pupuk yang digunakan dapat
merupakan campuran yang membentuk kandungan NPK dapat pula
digunakan urea; TSP; KCL dengan perbandingan 1 : 2 : 1. Pemberian
pupuk disesuaikan dengan pengalaman dalam pemberian pupuk.
5. Hama dan penyakit. Adanya semut (Componotus sp) dan rayap
(Coptotermes sp) yang membuat sarang pada bagian dalam kayu A.
mangium, mengakibatkan menurunnya kualitas kayu. Dari hasil pengamatan
didapatkan A. mangium terserang oleh Xystrocera sp. famili Cerambicidae
yang biasa menggerek kayu Paraserianthes falcataria, selain itu sejenis ulat
belum diketahui jenisnya telah menyebabkan gugurnya daun A. mangium.
Beberapa jensi serangga A. mangium :
a. Ropica grisepsparsa, menyerang bagian batang
b. Platypus sp, menyerang bagian batang
c. Xylosandrus semipacus, menyerang bagian batang
d. Pterotama plagiopheles, menyerang daun.
e. Ulat pelipat daun, menyerang daun.
Pengguguran daun pada anakan A. mangium disebabkan oleh Hyponeces
squamosus tetapi pohon dapat tumbuh kembali. Seperti pada Acacia yang
lain, A. mangium juga muda terserang oleh hama terutama pada masa
sapihan dan anakan.
Acacia mangium termasuk jenis Legum yang tumbuh cepat, tidak memerlukan persyaratan tumbuh yang tinggi dan tidak begitu terpengaruh oleh jenis tanahnya. Kayunya bernilai ekonomi karena merupakan bahan yang baik untuk finir serta perabot rumah yang menarik seperti: lemari, kusen pintu, dan jendela serta baik untuk bahan bakar. Tanaman A. mangium yang berumur tujuh dan delapan tahun menghasilkan kayu yang dapat dibuat untuk papan partikel yang baik.
Faktor yang lain yang mendorong pengembangan jenis ini adalah sifat pertumbuhan yang cepat. Pada lahan yang baik, umur 9 tahun telah mencapai tinggi 23 meter dengan rata-rata kenaikan diameter 2 - 3 meter dengan hasil produksi 415 m3/ha atau rata-rata 46 m3/ha/tahun. Pada areal yang ditumbuhi alang-alang umur 13 tahun mencapai tinggi 25 meter dengan diameter rata-rata 27 cm serta hasil
produksi rata-rata 20 m3/ha/tahun. Kayu A. mangium termasuk dalam kelas kuat III-IV, berat 0,56 - 0,60 dengan nilai kalori rata-rata antara 4800 - 4900 k.cal/kg
B. Keterangan botani
A. mangium termasuk dalam sub famili Mimosoideae, famili Leguminosae dan ordo
Rosales. Pada umumnya A. mangium mencapai tinggi lebih dari 15 meter, kecuali
pada tempat yang kurang menguntungkan akan tumbuh lebih kecil antara 7 - 10
meter.Pohon A. mangium yang tua biasanya berkayu keras, kasar, beralur
longitudinal dan warnanya bervariasi mulai dari coklat gelap sampai terang. Dapat
dikemukakan pula bahwa bibit A. mangium yang baru berkecambah memiliki daun
majemuk yang terdiri dari banyak anak daun. Daun ini sama dengan sub famili
Mimosoideae misalnya Paraseanthes falcataria, Leucaena sp, setelah tumbuh
beberapa minggu A. mangium tidak menghasilkan lagi daun sesungguhnya tetapi
tangkai daun sumbu utama setiap daun majemuk tumbuh melebar dan berubah
menjadi phyllodae atau pohyllocladus yang dikenal dengan daun semu, phyllocladus
kelihatan seperti daun tumbuh umumnya. Bentuknya sederhana tulang daunnya
paralel dan besarnya sekitar 25 cm x 10 cm.
C. Tempat tumbuh
1. Penyebaran. A. mangium tumbuh secara alami di Maluku dengan jenis
Melaleuca leucadendron. Selain itu terdapat pula di pantai Australia bagian
utara, Papua bagian selatan (Fak-fak di Aguada (Babo) dan Tomage (Rokas,
Kepulauan Aru, Maluku dan Seram bagian barat).
2. Persyaratan tempat tumbuh. A. mangium tidak memiliki persyaratan
tumbuh yang tinggi, dapat tumbuh pada lahan miskin dan tidak subur. A.
mangium dapat tumbuh baik pada lahan yang mengalami erosi, berbatu dan
tanah Alluvial serta tanah yang memiliki pH rendah (4,2). Tumbuh pada
ketinggian antara 30 - 130 m dpl, dengan curah hujan bervariasi antara 1.000
mm - 4.500 mm setiap tahun. Seperti jenis pionir yang cepat tumbuh dan
berdaun lebar, jenis A. mangium sangat membutuhkan sinar matahari,
apabila mendapatkan naungan akan tumbuh kurang sempurna dengan
bentuk tinggi dan kurus.
D. Persiapan lapangan
1. Penataan lapangan. Penataan areal penanaman dimaksudkan untuk
mengatur tempat dan waktu, pengawasan serta keperluan pengelolaan hutan
lebih lanjut. Areal dibagi menjadi blok-blok tata hutan dan blok dibagi menjadi
peta-petak tata hutan. Unit-unit ini ditandai dengan patok dan digambar di
atas peta dengan skala 1 : 10.000. Batas-batas blok dapat dipakai berupa
batas alam seperti sungai, punggung bukit atau batas buatan seperti jalan,
patok kayu atau beton.
2. Pembersihan lapangan. Beberapa kegiatan yang dilakukan sebelum
penanaman meliputi :
a. Menebang pohon-pohon sisa dan meninggalkan pohon yang di larang
ditebang
b. Mengumpulkan semak belukar, alang-alang dan rumput-rumputan
c. Sampah-sampah yang telah terkumpul dibakar.
3. Pengolahan tanah. Pengolahan tanah diperlukan pada tanah-tanah yang
padat dengan cara sebagai berikut :
a. Tanah dicangkul sedalam 20 - 25 cm kemudian dibalik
b. Bungkalan-bungkalan tanah dihancurkan, akar-akar dikumpulkan,
dijemur dan dibakar
c. Tanah pada jalur-jalur tanaman dihaluskan dan dibersihkan, kemudian
dibuat lubang tanaman
E. Penanaman dan pemeliharaan.
1. Pengangkutan bibit. Pengangkutan bibit dari persemaian ke lokasi
penanaman harus dilakukan dengan hati-hati agar bibit tidak mengalami
kerusakan selama dalam perjalanan. Bibit yang telah diseleksi dimasukan ke
dalam peti atau keranjang dan disarankan agar bibit tidak ditumpuk. Bibit
disusun rapat hingga tidak bergerak jika dibawa. Jumlah bibit yang diangkut
ke lapangan hendaknya disesuaikan dengan kemampuan menanam. Bibit
yang diangkut diusahakan bibit yang sehat dan segar. Hindarkan bibit dari
panas matahari dan supaya disimpan di tempat teduh dan terlindung.
2. Waktu penanaman. Penanaman dilakukan setelah hujan lebat pada musim
hujan, yaitu dalam bulan Oktober sampai Januari. Pengamatan mulainya
hujan lebat sangat perlu, karena bibit yang baru ditanam menghendaki
banyak air dan udara lembab. Bibit yang ditanam ke lapangan adalah bibit
yang telah berumur 3-4 bulan di bedeng sapih dengan ukuran tinggi 25-30
cm.
3. Teknik penanaman. Bibit ditanam tegak sedalam leher akar. Apabila
terdapat akar cabang yang menerobos keluar dari tanah dalam kantong
plastik, dipotong aga tidak tertanam terlipat dalam lubang tanaman. Sebelum
ditanam, tanah dalam kantong plastik dipadatkan lalu kantong plastik dibuka
perlahan-lahan, tanah serta bibit di keluarkan baru ditanam. Bibit ditanam
berdiri tegak pada lubang yang telah dibuat pada setiap ajir, kemudian diisi
dengan tanah gembur sampai leher akar. Tanah yang ada di sekelilingnya
ditekan agar menjadi padat.
4. Pemeliharaan. Meliputi kegiatan penyiangan, penyulaman, pendangiran dan
pemupukan, kegiatan pemeliharaan dilakukan tiga bulan sekali selama 2
tahun stelah penanaman di lapangan.
a. Penyiangan. Kegiatan ini bertujuan untuk membebaskan tanaman
pokok dan belukar dan tumbuhan pengganggu lainnya. Oleh karena itu
penyiangan dilakukan terutama pada tahun pertama dan kedua.
Penyiangan dikerjakan sepanjang kiri-kanan larikan tanaman selebar
50 cm.
b. Penyulaman. Penyulaman dilakukan pada tahun pertama selama
musim hujan. Tanaman yang mati atau merana disulam dengan bibit
dari persemaian dan diulang selama hujan masih cukup. Apabila lahan
di sekitar tanaman sangat terbuka maka dapat diberi mulsa.
c. Pendangiran. Kegiatan ini dilaksanakan bersama dengan penyiangan
di mana tanah di sekitar tanaman akan digemburkan lebih kurang
seluas lubang tanam
d. Pemupukan. Pemupukan diberikan setelah dilakukan penyiangan dan
pendangiran, pupuk ditaburkan di sekeliling tanaman Akasia mengikuti
alur lubang tanaman dan ditimbun tanah. Pupuk yang digunakan dapat
merupakan campuran yang membentuk kandungan NPK dapat pula
digunakan urea; TSP; KCL dengan perbandingan 1 : 2 : 1. Pemberian
pupuk disesuaikan dengan pengalaman dalam pemberian pupuk.
5. Hama dan penyakit. Adanya semut (Componotus sp) dan rayap
(Coptotermes sp) yang membuat sarang pada bagian dalam kayu A.
mangium, mengakibatkan menurunnya kualitas kayu. Dari hasil pengamatan
didapatkan A. mangium terserang oleh Xystrocera sp. famili Cerambicidae
yang biasa menggerek kayu Paraserianthes falcataria, selain itu sejenis ulat
belum diketahui jenisnya telah menyebabkan gugurnya daun A. mangium.
Beberapa jensi serangga A. mangium :
a. Ropica grisepsparsa, menyerang bagian batang
b. Platypus sp, menyerang bagian batang
c. Xylosandrus semipacus, menyerang bagian batang
d. Pterotama plagiopheles, menyerang daun.
e. Ulat pelipat daun, menyerang daun.
Pengguguran daun pada anakan A. mangium disebabkan oleh Hyponeces
squamosus tetapi pohon dapat tumbuh kembali. Seperti pada Acacia yang
lain, A. mangium juga muda terserang oleh hama terutama pada masa
sapihan dan anakan.
Budidaya Hamster
Deskripsi
Hamster termasuk jenis binatang pengerat. Ada beberapa jenis hamster yang tersebar diseluruh dunia, salah satunya adalah Hamster Siria (Syrian Hamster) yang paling umum dikenal dan Hamster Kerdil Rusia (Dwarf Cambell Russia).
Ia adalah binatang malam, yang tidur di siang hari dan aktif di sore dan malam hari, namun jika hamster sudah terbiasa diajak main pada pagi hari, kemungkinan pola tidurnya akan mengikuti si pemilik (jika pemilik sering bermain dengan hamsternya). Pandangan matanya jelek, tetapi penciuman dan pendengarannya tajam.
Ia mempunyai kantong pipi yang dapat mengembang, dimana ia menyimpan makanan yang akan dibawa ke sarangnya.
Hamster Siria berasal dari padang pasir di Timur Tengah dimana ia hidup dalam liang-liang dalam bukit-bukit pasir. Jenis ini paling umum dipelihara karena dapat dipegang oleh anak kecil dengan mudah. Binatang dewasa berukuran panjang 17-22 cm. Umumnya jenis ini jinak terhadap manusia, tetapi tidak terhadap jenis hamster lainnya. Karena itu jika hendak memelihara hamster jenis ini, harus ditempatkan dalam satu kandang terpisah dengan hamster lainnya, karena kemungkinan besar akan menyerang hamster yang lain jika ditempatkan dalam satu kandang bersamaan.
Hamster Kerdil Campbell Rusia berasal dari padang rumput Asia Tengah (Rusia, Mongolia dan bagian barat laut Cina).
Binatang dewasa berukuran panjang 10-12 cm, yang betina sedikit lebih panjang daripada yang jantan. Umur rata-ratanya 2 - 2 ½ tahun, meskipun ia dapat hidup sedikit lebih lama.
Dibanyak negara (terutama di Amerika dan Eropa), hamster kini menjadi binatang peliharaan kecil yang sangat populer.
Pemeliharaan
Hamster dipelihara di dalam kandang, yang terbuat dari kawat atau aquarium kaca. Karena giginya tajam, kayu atau bambu tidak tepat digunakan. Lantai kandang perlu dilapisi dengan serutan gergaji atau sekam padi yang dapat menyerap air kencingnya. Carikan-carikan kertas dapat disediakan sebagai sarangnya. Ia akan menimbun makanan dan menaruh bayi (jika ada) di sarang ini.
Hamter adalah binatang yang menyukai kebersihan. Jika kandang cukup besar, ia akan menggunakan satu sudut kandang sebagai WC dan sudut yang lain sebagai sarang.
Makanan
Makanan hamster pada umumnya adalah biji-bijian (beras/nasi, roti, jagung) dan sayuran (seperti wortel, timun dan buncis), namun jangan jadikan sebagai bahan utama. Binatang kecil ini tetap membutuhkan gizi yang cukup, dan dapat diperoleh melalui makanan kemasan yang sudah lengkap gizinya. Makanan protein tinggi seperti daging atau susu, juga penting terutama ketika bayi-bayi dalam masa pertumbuhan atau pada ibu hamster yang sedang hamil atau sedang mempunyai bayi Jika makanan cukup mengandung cairan, air minum tidak diperlukan.
Hamster mempunyai kantong di pipinya dimana ia mengumpulkan makanan. Ia menekan makanan ke dalam kantong yang akan mengembang dan membawanya ke sarang. Disini makanan dikeluarkan untuk ditimbun. Lapisan dalam kantong pipi ini sangat halus, sehingga makanan yang tajam dapat melukainya.
Pembiakan
Hamster mempunyai bayi rata-rata 8 . Tetapi ia dapat melahirkan sampai 16 bayi sekaligus (Syrian Hamster).
Pada umumnya ia mulai melahirkan sesudah berumur 3-4 bulan, meskipun kadang-kadang ada juga yang mulai melahirkan pada umur 1 bulan, namun tidak dianjurkan hamster yang berusia kurang dari 4 bulan untuk melahirkan, karena dapat menyebabkan cacat pada anak hamster, ataupun dapat mengakibatkan kematian bagi ibu dan anak hamster. Makanan yang jelek (misalnya kurang protein) akan mengakibatkan si ibu mencari protein tambahan dengan memakan bayinya sendiri (kanibal), atau lingkungan yang tidak mendukung (lingkungan yang berisik) membuat si induk merasa tidak nyaman/stress dapat menyebabkan induk memakan anaknya..
Hamster termasuk jenis binatang pengerat. Ada beberapa jenis hamster yang tersebar diseluruh dunia, salah satunya adalah Hamster Siria (Syrian Hamster) yang paling umum dikenal dan Hamster Kerdil Rusia (Dwarf Cambell Russia).
Ia adalah binatang malam, yang tidur di siang hari dan aktif di sore dan malam hari, namun jika hamster sudah terbiasa diajak main pada pagi hari, kemungkinan pola tidurnya akan mengikuti si pemilik (jika pemilik sering bermain dengan hamsternya). Pandangan matanya jelek, tetapi penciuman dan pendengarannya tajam.
Ia mempunyai kantong pipi yang dapat mengembang, dimana ia menyimpan makanan yang akan dibawa ke sarangnya.
Hamster Siria berasal dari padang pasir di Timur Tengah dimana ia hidup dalam liang-liang dalam bukit-bukit pasir. Jenis ini paling umum dipelihara karena dapat dipegang oleh anak kecil dengan mudah. Binatang dewasa berukuran panjang 17-22 cm. Umumnya jenis ini jinak terhadap manusia, tetapi tidak terhadap jenis hamster lainnya. Karena itu jika hendak memelihara hamster jenis ini, harus ditempatkan dalam satu kandang terpisah dengan hamster lainnya, karena kemungkinan besar akan menyerang hamster yang lain jika ditempatkan dalam satu kandang bersamaan.
Hamster Kerdil Campbell Rusia berasal dari padang rumput Asia Tengah (Rusia, Mongolia dan bagian barat laut Cina).
Binatang dewasa berukuran panjang 10-12 cm, yang betina sedikit lebih panjang daripada yang jantan. Umur rata-ratanya 2 - 2 ½ tahun, meskipun ia dapat hidup sedikit lebih lama.
Dibanyak negara (terutama di Amerika dan Eropa), hamster kini menjadi binatang peliharaan kecil yang sangat populer.
Pemeliharaan
Hamster dipelihara di dalam kandang, yang terbuat dari kawat atau aquarium kaca. Karena giginya tajam, kayu atau bambu tidak tepat digunakan. Lantai kandang perlu dilapisi dengan serutan gergaji atau sekam padi yang dapat menyerap air kencingnya. Carikan-carikan kertas dapat disediakan sebagai sarangnya. Ia akan menimbun makanan dan menaruh bayi (jika ada) di sarang ini.
Hamter adalah binatang yang menyukai kebersihan. Jika kandang cukup besar, ia akan menggunakan satu sudut kandang sebagai WC dan sudut yang lain sebagai sarang.
Makanan
Makanan hamster pada umumnya adalah biji-bijian (beras/nasi, roti, jagung) dan sayuran (seperti wortel, timun dan buncis), namun jangan jadikan sebagai bahan utama. Binatang kecil ini tetap membutuhkan gizi yang cukup, dan dapat diperoleh melalui makanan kemasan yang sudah lengkap gizinya. Makanan protein tinggi seperti daging atau susu, juga penting terutama ketika bayi-bayi dalam masa pertumbuhan atau pada ibu hamster yang sedang hamil atau sedang mempunyai bayi Jika makanan cukup mengandung cairan, air minum tidak diperlukan.
Hamster mempunyai kantong di pipinya dimana ia mengumpulkan makanan. Ia menekan makanan ke dalam kantong yang akan mengembang dan membawanya ke sarang. Disini makanan dikeluarkan untuk ditimbun. Lapisan dalam kantong pipi ini sangat halus, sehingga makanan yang tajam dapat melukainya.
Pembiakan
Hamster mempunyai bayi rata-rata 8 . Tetapi ia dapat melahirkan sampai 16 bayi sekaligus (Syrian Hamster).
Pada umumnya ia mulai melahirkan sesudah berumur 3-4 bulan, meskipun kadang-kadang ada juga yang mulai melahirkan pada umur 1 bulan, namun tidak dianjurkan hamster yang berusia kurang dari 4 bulan untuk melahirkan, karena dapat menyebabkan cacat pada anak hamster, ataupun dapat mengakibatkan kematian bagi ibu dan anak hamster. Makanan yang jelek (misalnya kurang protein) akan mengakibatkan si ibu mencari protein tambahan dengan memakan bayinya sendiri (kanibal), atau lingkungan yang tidak mendukung (lingkungan yang berisik) membuat si induk merasa tidak nyaman/stress dapat menyebabkan induk memakan anaknya..
Langganan:
Postingan (Atom)






